===>> Lebih Mahal Mana: Upgrade atau Pertahankan Kompresor Lama?
"Menurut Anda… lebih mahal mana: Beli kompresor baru, atau terus pakai kompresor lama yang makin boros listrik?"
Pertanyaan klasik, tapi jawabannya nggak selalu sederhana.
Banyak perusahaan berpikir :
“Ah, kompresor masih nyala kok. Kenapa harus ganti?”
Padahal yang jarang dihitung adalah biaya listrik, yang diam-diam sering lebih besar dari biaya beli unit itu sendiri.
1. Airend aus
* Udara bocor di dalam
* Tekanan susah naik, listrik boros.
2. Bearing melemah
* Putaran rotor tidak presisi.
* Kompresi kurang kuat → tekanan turun.
3. Separator mulai mampat
* Tahanan udara tinggi.
* Motor makin berat → konsumsi listrik naik.
4. Cooler kotor
* Suhu oli cepat panas.
* Efisiensi kompresi turun, tekanan tidak stabil.
5. Inlet valve tidak buka penuh
* Masukan udara kurang.
* Flow kecil walaupun kompresor load penuh.
6. Minimum pressure valve lemah
* Tekanan mudah turun.
* Kompresor sering load–unload → boros energi.
7. Motor mulai lemah
* Arus tinggi, kW naik.
* Tekanan naik lebih lambat.
8. Kebocoran pipa
* Udara terbuang.
* Kompresor kerja terus → boros listrik.
Dan kondisi di atas bikin perusahaan bayar lebih… TIAP JAM !!!
Kalau efisiensinya turun 10–20%, peningkatannya lumayan terasa di invoice listrik.
Lalu… apakah harus langsung ganti kompresor?
Tidak juga. Solusinya bertahap dan tidak harus mahal:
> Lakukan secara disiplin preventif maintenance sesuai interval
> Audit demand udara
> Cek pola kerja (load/unload vs perlu VSD)
> Turunkan pressure setpoint jika terlalu tinggi
> Perbaiki kebocoran
> Optimalkan pipa & layout
Terkadang hanya dengan perbaikan aliran dan kontrol, tagihan sudah turun tanpa beli unit baru.
Kalau semua sudah optimal dan borosnya tetap gede, barulah upgrade kompresor jadi opsi paling masuk akal.
Hmmmm...
Kapan menurut Anda waktu paling tepat untuk upgrade kompresor?
Saat konsumsi listrik naik? Sering trip? Atau saat demand produksi makin tinggi?
Solusi & Diskusi :


